Selasa, 16 Oktober 2012

Pengangguran Intelektual yang Merajalela

Pengangguran Intelektual yang Merajalela
Negara Indonesia saat ini tingkat pengangguran sangat banyak. Khususnya bagi yang mempunyai predikat sarjana. Sangat disayangkan , jika kita sudah melakukan proses pedidikan sampai tingkat sarjana menjadi pengangguran. Karena kita sudah bersusah payah untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, khususnya orang tua kita yang sudah susah payah mencari uang untuk sekolah kita. Tetapi ujungnya menjadi pengangguran.
Pengangguran itu terjadi karena orang itu tidak ingin berusaha keras, bermalas-malasan, dan mudah putus asa. Zaman sekarang memang mencari pekerjaan itu sangat susah. Tinggal kita yang menjalaninya. Jika kita berkeinginan keras dengan cara berdo’a dan berusaha pasti kita akan mejadi sukses. Meskipun itu tidak sekarang, pasti ada gantinya yang lebih baik. Jadi intinya kita jangan mudah patah semangat.
Faktor yang lainnya kurangnya lapangan pekerjaan. Terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dll. Karena di kota-kota besar terdapat penduduk yang sangat padat. Banyak dari kota terpencil atau dari desa yang transmigrasi ke kota besar. Maka dari itu kota-kota besar menjadi padat penduduknya.
Memang hal ini merupakan fenomena yang aneh tapi nyata. Jumlah sarjana yang menganggur di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Angka pengangguran terdidik bertambah besar lagi jika digabungkandengan pengangguran lulusan diplomayang mencapai 486.400 orang. Para pengangguran terdidik itu merupakan bagian dari pengangguran terbuka secara nasional.
Pertambahan jumlah pengangguran intelektual dicermati benar-benar. Sebab setiap tahunnya Indonesia memproduksi sekitar 300.000 orang sarjana dari 2.900 perguruan tinggi yang ada. Semakin besarnya angka pengangguran terdidik tentu saja berdampak buruk, yakni terjadinya pemborosan dalam skala besar. Dampak buruk lainnya yang lumayan serius adalah adanya kekhawatiran akan hilangnya penghargaan dan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan tinggi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates