Ga Da Loe Ga Rame
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
NaRsis.com
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
SiAp Action
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Senin, 29 Oktober 2012
Orang-orang Tanpa Kewarganegaraan
Menurut berita
yang saya ketahui konvensi 1951 tentang status pengungsi pada saat ini,
menjabarkan definisi pengungsi sebagai seseorang yang dikarenakan ada oleh
ketakutan yang beralasan akan penganiayaan,
yang disebabkan oleh alas an ras, agama, kebangsaan, keanggotaan
kelompok social tertentu dan keanggotaan partai tertentu. Asal dari luar Negara
kebangsaanya dan tidak menginginkan perlindungan dari Negara tersebut.
Ketika seorang
pengungsi meninggalkan negara asalnya, tempat seseorang yang stateless adalah
seseorang yang tidak memiliki kewarganegaraan di Negara manapun. Di Indonesia
sulit untuk mengidentifikasi jumlah dan lokasi dari orang – orang stateless,
baik dengan cara review dibelakang meja dan diskusi dengan para LSM, academia,
instansi pemerintah dan populasi stateless (melalui aktivitas penilaian
partisipatoris).
Kita dapat ketahui
bahwa keadaan tanpa kewarganegaraan seperti yang dialami oleh orang-orang yang
dibawah ini:
Ø Etnis
Indonesia Cina yang tidak memiliki dokumen untuk membuktikan kewarganegaraan
Indonesia, karena status kewarganegaraannya tercatat secara salah dalam dokumen
registrasi sipil mereka dan mereka yang tidak dikenal sebagai warga negara Cina
maupun Indonesia.
Ø Etnis
Arab dan India yang tidak memiliki dokumen untuk membuktikan kewarganegaraan
mereka atau status kewarganegaraan mereka tercatat secara salah dalam dokumen
registrasi sipil mereka.
Ø Pekerja
migran Indonesia yang kehilangan kewarganegaraannya berdasarkan Undang – undang
tahun 1958 tentang ketentuan tinggal di luar negeri yang diperpanjang dan tidak
dapat memperoleh kewarganegaraan berdasarkan Undang – undang tahun 2006.
Ø Sejumlah
kecil orang Indonesia yang diasingkan keluar Indonesia karena pada saat ia
terkait konflik politik di tahun 1965 dan menjadi stateless.
Ø Orang
lainnya yang menjadi stateless karena tergolong sebagai migran tanpa dokumen
dari Cina, yang telah lama tinggal di Indonesia. Kelompok ini bermigrasi ke
Indonesia tapi tidak memiliki kewarganegaraan Indonesia karena mereka tidak
lahir di Indonesia.
Dari kementrian
dalam negeri maupun dari kementrian hokum dan HAM telah mengambil
langkah-langkah penting untuk mengatasi masalah
statelessness di Indonesia. Undang – undang Kewarganegaraan 2006 yang baru
memungkinkan akuisisi atau penerimaan kewarganegaraan dan penerimaaan kembali
kewarganegaraan bagi orang – orang yang stateless.
UNHCR telah
mengembangkan kerjasama dengan berbagai kementrian dan instansi pemerintah yang
relevan, dengan LSM, beberapa badan PBB lainnya (UNFPA, UNICEF) dan komunitas
sipil, untuk melakukan pertemuan dan diskusi individual untuk menentukan
langkah – langkah yang perlu diambil untuk mengidentifikasi, mengurangi dan
mencegah keadaan tanpa kewarganegaraan, serta untuk memastikan perlindungan bagi
orang – orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. UNHCR juga berharap agar
upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk mengurangi statelessness di
Indonesia, dapat memfasilitasi peratifikasian Konvensi 1961 tentang Pengurangan
Keadaan tanpa Kewarganegaraan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi.
Mereka meninggalkan sebagian besar
hidup, rumah, kepemilikan dan keluarganya. Pengungsi tersebut tidak dapat
dilindungi oleh negara asalnya karena mereka terpaksa meninggalkan negaranya.
Karena itu, perlindungan dan bantuan kepada mereka menjadi tanggung jawab
komunitas internasional.
Dari informasi yang ada saat ini
terdapat 1,006 orang pengungsi terdaftar di Indonesia. Sebagian besar dari
mereka berasal dari Afghanistan, Sri Lanka, Myanmar, Somalia dan Irak. UNHCR
bersama dengan para mitranya mempromosikan aktivitas perlindungan dan program
bantuan untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi dan pencari suaka
terpenuhi selama mereka menantikan solusi jangka panjang yang paling tepat.
Selasa, 16 Oktober 2012
Pengangguran Intelektual yang Merajalela
Pengangguran
Intelektual yang Merajalela
Negara Indonesia saat
ini tingkat pengangguran sangat banyak. Khususnya bagi yang mempunyai predikat
sarjana. Sangat disayangkan , jika kita sudah melakukan proses pedidikan sampai
tingkat sarjana menjadi pengangguran. Karena kita sudah bersusah payah untuk
mendapatkan ilmu pengetahuan, khususnya orang tua kita yang sudah susah payah
mencari uang untuk sekolah kita. Tetapi ujungnya menjadi pengangguran.
Pengangguran itu terjadi
karena orang itu tidak ingin berusaha keras, bermalas-malasan, dan mudah putus
asa. Zaman sekarang memang mencari pekerjaan itu sangat susah. Tinggal kita
yang menjalaninya. Jika kita berkeinginan keras dengan cara berdo’a dan
berusaha pasti kita akan mejadi sukses. Meskipun itu tidak sekarang, pasti ada
gantinya yang lebih baik. Jadi intinya kita jangan mudah patah semangat.
Faktor yang lainnya kurangnya
lapangan pekerjaan. Terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dll.
Karena di kota-kota besar terdapat penduduk yang sangat padat. Banyak dari kota
terpencil atau dari desa yang transmigrasi ke kota besar. Maka dari itu
kota-kota besar menjadi padat penduduknya.
Memang hal ini merupakan
fenomena yang aneh tapi nyata. Jumlah sarjana yang menganggur di Indonesia terus
meningkat dari tahun ke tahun. Angka pengangguran terdidik bertambah besar lagi
jika digabungkandengan pengangguran lulusan diplomayang mencapai 486.400 orang.
Para pengangguran terdidik itu merupakan bagian dari pengangguran terbuka
secara nasional.
Pertambahan jumlah
pengangguran intelektual dicermati benar-benar. Sebab setiap tahunnya Indonesia
memproduksi sekitar 300.000 orang sarjana dari 2.900 perguruan tinggi yang ada.
Semakin besarnya angka pengangguran terdidik tentu saja berdampak buruk, yakni
terjadinya pemborosan dalam skala besar. Dampak buruk lainnya yang lumayan
serius adalah adanya kekhawatiran akan hilangnya penghargaan dan kepercayaan
masyarakat terhadap dunia pendidikan tinggi.
Senin, 15 Oktober 2012
Ancaman Radikalisme Bagi Kebangsaan di Indonesia
Ancaman
Radikalisme Bagi Kebangsaan di Indonesia
Kebangsaan di Indonesia memiliki
ancaman emosi para remaja yang dipengaruhi dan dimasuki para teroris. Radikalisme
sendiri adalah ancaman secara riil yang bisa mencerai beraikan sendi-sendi
kehidupan masyarakat. Adanya radikalisme ini cenderung sangat berbahaya jika
kita biarkan berkembang luas.
Manusia pasti
mempunyai satu ciri dan karakteristik yang tidak mungkin kita ubah, itu adalah
karunia tuhan yang tidak bisa diubah sejak kita lahir. Apakah kita lahir dari
orang tua Islam, Kristen, Hindu , Budha atau kepercayaan lain, bukan kehendak
kita. Di banyak Negara masalah rasisme atau pertentangan antar agama masih
menjadi persoalan mendasar, bahkan berbuah kekerasan.
Sebaiknya
kita mulai belajar untuk memahami kemanusiaan secara hakiki untuk menyadari
betapa indahnya perbedaan agama dan keberagaman. Seharusnya bumi kita menjadi
taman peradaban yang indah dan serasi. Kesetaraan dan penghormatan terhadap
individu, dan segala aspek kehidupan lebih mementingkan nilai-nilai universal
berdasarkan demokrasi dan hak asasi manusia yang meletakkan individu pada
sebuah kesetaraan lahir dan batin.
Meskipun
islam mayoritas agama di Indonesia. Namun melalui sila pertama, Indonesia menjunjung
tinggi nilai-nilai agama. Jika kita meninggalkan prinsip-prinsip dasar maka
keberadaan Negara Indonesia sebagai Negara satu kesatuan dipastikan akan menuju
kehancuran.
Kita sebagai
generasi penerus bangsa harus mencegah dari ancaman radikalisme, sebab sangat
berbahaya jika dibiarkan berkembang.
Sabtu, 13 Oktober 2012
Hidupku 4 Tahun yang Akan Datang
Pada
tahun ini aku menjadi mahasiswa di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Aku baru saja
mengikuti oscar yang diadakan oleh Fakultas. Aku di IAIN mengambil jurusan PGMI
tepatnya di Fakultas Tarbiyah. Aku mengambil jurusan PGMI bukan karena
keinginan diri sendiri, tetapi keinginan orang tua. Meskipun begitu aku tetap
bangga berada disini. Karena guru MI itu guru yang sangat mulia. Perjuangannya
untuk mencerdaskan anak didiknya sangat keras.
Keinginanku 4 tahun yang akan dating, pastinyayang
pertama menjadi guru MI. karena ingin mengamalkan ilmuku yang aku pelajari
sejak sekolah dulu dan di bangku kuliah ini. Ilmu itu kalau tidak diamalkan
akan sia-sia. Kemudian ketika aku sudah menjadi guru MI, aku ingin melanjutkan
kuliah S2. Inginnya kuliah S2 mendapatkan beasiswa di perguruan negeri. Itu
masih harapan, tetapi aku tetap berusaha menjadi yang terbaik. Meskipun itu
semua tidak tercapai aku tetap menerima apa yang terjadi di masa depan.
Hakekat dan Pentingnya Pkn
Pada hakekatnya Pkn itu mempelajari tentang
kewarganegaraan. Dan bertujuan untuk berfikir kritis, rasional, dan kreatif
dalam menanggapi isu kewarganegaraan. Berpatisipasi secara aktif, bertanggung
jawab dan bertindak secaraa tegas dalam kegiatan masyarakat, bangsa, dan
bernegara, serta anti-korupsi. Berkembang secara positif dan demokrasi untuk
membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia.
Pkn
juga memiliki peranan penting untuk kebanggaan nasional,mengaktualisasikan tata
nilai, membentuk karakter, memahami hak, kewajiban, dan batasan-batasan. Jadi
ita sebagai warga negara yang baik, harus mempelaajari dan memahami Pkn.
Memang
kita biasanya meremehkam Pkn. Karena itu Okn itu pelajaran yang membosankan. Tetapi
disampingitu semua Pkn itu penting untuk dipelajari. Karena Pkn itu mencakup
kewarganegaraan kita.
Pkn
itu mempelajari bermacam-macam mengenai demokrasi, ideologi, filosofi, dll.
Demokrasi sendiri memiliki pengertian yang luas yakni patut selalu dianalisis
sehingga memberikan manfaat dalam praktek kehidupan dan pendidikan.
Dalam pengertian
diatas mengandung tiga hal, yaitu:
a.
Rasa hormat
terhadap harkat sesame mnusia
b. Setiap
manusia memilki perubaahan kearah pikiran yang sehat
c.
Rela berbakti
untuk kepentingan atau kesejahteraan bersama
Dengan kita mempelajari Pkn kita bias mengetahui
tatanan kehidupan masyarakat didalam
Negara kita. Jika kita tidak mempelajarinya maka kita akan menjadi orang yang
tidak mengetahui tentang kehidupan masyarakat didalam Negara. Maka dari itu Pkn
berperan penting untuk kita sebagai warga Negara Indinesia.
Bias
mengetahui hak dan kewajiban kita sebagai manusia yang mempunyai kebebasan
dalam berpendapat. Dan juga dapat mengetahui pasal-pasal dan undang-undang
Negara kita. Dan juga mengetahui peraturan-peraturan yang ada didalam Negara.
Jadi kita dapat mengetahui segala hal tentang Negara kita melalui Pkn. Maka
dari itulah hakekat dan pentingnya Pkn
Selasa, 06 Maret 2012
Sejarah Musik Indonesia
• • Label:indonesia,musik,musik indonesia,sejarah musik
Terdapat tahapan- tahapan perkembangan sejarah Musik Indonesia . tahapan tersebut adalah sebagai berikut.

Masa sebelum masuknya pengaruh Hindu- Buddha
Pada masa ini, musik dipakai sebagai bagian dari kegiatan ritual masyarakat. Dalam beberapa kelompok, bunyi- bunyian yang dihasilkan oleh anggota badan atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Instrumen atau alat musik yang digunakan umumnya berasal dari alam sekitarnya.
Masa setelah masuknya pengaruh Hindu- Buddha
Pada masa ini, berkembanglah musik- musik istana (khususnya di Jawa). saat itu, musik tidak hanya dipakai sebagai bagian ritual saja, tetapi juga dalam kegiatan- kegiatan keistanaan (sebagai sarana hiburan para tamu raja). Musik istana yang berkembang adalah musik gamelan. Musik gamelan terdiri dari 5 kelompok, yaitu kelompok balungan, kelompok blimbingan, kelompok pencon, kelompok kendang,dan kelompok pelengkap.
Masa setelah masuknya pengaruh Islam
Selain berdagang dan menyebarkan agama islam, para pedagang arab juga memperkenalkan musik mereka. Alat musik mereka berupa gambus & rebana. dari proses itulah muncul orkes- orkes gambus di Tanah Air ( Indonesia ) hingga saat ini.
Masa Kolonialisme
Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan musik Indonesia. Para pendatang ini memperkenalkan berbagai alat musik dari negeri mereka, misalnya biola, selo (cello), gitar, seruling (flute), dan ukulele. Mereka pun membawa sistem solmisasi dalam berbagai karya lagu. Itulah masa- masa perkembangan musik modern Indonesia. Saat itu,para musisi Indonesia menciptakan sajian musik yang merupakan perpaduan musik barat dan musik Indonesia . Sajian musik itu dikenal sebagai musik keroncong.
Masa Kini
Seiring dengan masuknya media elektronik ke Indonesia,masukpula berbagai jenis musik barat, seperti pop, jazz, blues, rock, dan R&B. demikian pula dengan musik- musik negeri India yang banyak dibawa melalui film- filmnya. Dari perkembangan ini, terjadi perpaduan antara musik asing dengan musik Indonesia. Musik India mengalami perpaduan dengan musik melayu sehingga menghasilkan jenis musik dangdut. Maka, muncul pula berbagai musisi Indonesia yang beraliran pop, jazz, blues, rock, dan R&B. Berkembang pula jenis musik yang memadukan unsur kedaerahan Indonesia dengan unsur musik barat, terutama alat- alat musiknya. Jenis musik ini
Prasejarah Musik Indonesia sejak ribuan tahun yang lalu ternyata perkembangan musik Indonesia sudah ada, sehingga musik itu dikatakan telah melampaui batas bahasa, kebudayaan bahkan agama. Bagi orang barat, India sering disamakan dengan Indonesia. Mereka menyebut India dengan Indie (Nedherland-Oost) yang maksudnya Indonesia.
Anggapan semacam itu mengakibatkan kekayaan alat seni maupun kesenian di Indonesia tidak diperhitungkan oleh bangsa lain, terutama waktu penjajahan Belanda masih bercokol di bumi Indonesia.
Khasanah seni di Indonesia adalah sangat kaya dan bermutu tinggi dan dapat disejajarkan dengan seni klasik di negeri yang berkembang.
A. Jaman Prasejarah (sebelum abab 1 Masehi)
Ternyata prasejarah Indonesia belum banyak diteliti dengan kata lain diselidiki oleh para arkeolog , sejarawan atau yang lain. Padahal justru waktu antara tahun kira-kira 2500 Sebelum Masehi dan abad ke-1 Masehi menemukan perkembangan kebudayaan termasuk musik sampai saat ini.
Menurut Alec Robertson dan Denis Stevens (penulis buku Geschichte der Musik 1 dari Munchen, Germany), pada jaman Mesolitikum kira-kira tahun 5000 Sebelum Masehi di Asia Tenggara terdapat 3 ras besar: orang Australide (penduduk asli), orang Melanesia (berasal dari Asia Tengah) dan orang Negrito (mungkin dari India).
Lapisan bawah ini di tumpangi lapisan baru dengan dua arus imigrasi besar :
1. Imigrasi Pra-Melayu
Antara tahun 2500 dan 1500 Sebelum Masehi kiranya terjadi suatu perpindahan bangsa dari Asia Tengah ke Asia Tenggara.
Dalam perjalanannya mereka mengutip juga unsur dari Kaukasus dan Mongolia.
Mereka membawa serta kebudayaan bambu serta teknik pengolahan lading. Terutama di Annam (Cina Selatan) mereka memperkenalkan semacam lagu pantun dimana putra dan putri bernyanyi dengan cara sahut menyahut.
Mereka memakai sebuah alat tiup bernama Khen terdiri dari 6 batang bambu yang ditiup bersama dalam kelompok d atau 3 nada. Alat ini dikenal pula di CinaSheng dan di Kalimantan dengan nama Kledi. dengan nama
Alat ini hanya merupakan salah satu alat dari sejumlah besar alat musik bambu yang sampai sekarang terdapat di Asia Tenggara. Sejumlah batang bambu dengan ukuran yang berbeda-beda di tanam di tanah. Tiupan angin menimbulkan bunyi bagaikan Kledi raksasa yang cukup indah (terdapat di Bali sampai sekarang).
Alat musik bambu lain seperti suling, angklung dan lain sebagainya. Telah mengalami suatu proses perkembangan pada waktu kemudian. Seperti xylofonAsia Tenggara dalam bentuk berbeda-beda: sebagai’tatung’ di Annam, ‘rangnat’ di Kamboja, ‘ranat’ di Thailand, ‘pattalar’ di Birma, ‘gambang’ di Jawa, ‘kolintang’ di Sulawesi dan Kalimantan. Xylofon malah diekspor dari Asia Tenggara ke Afrika pada abad 5 Masehi. yang tersebar diseluruh
2. Imigrasi Proto-Melayu pada jaman perunggu (abad 4 Sebelum Masehi)
Menurut para ahli sejarah terjadi lagi suatu gelombang imigrasi ke Indonesia di sekitar abad 4 Sebelum Masehi berpangkal dari suatu daerah Cina SelatanAnnam. Menurut R. von Heine-Geldern perpindahan suku-suku dari daerah tersebut lewat Kamboja, Laos, Thailand, Malaysia ke Indonesia dan berjalan terus ke Filipina, Melanesia dan Polynesia. Hal ini dibuktikan pula oleh P. Wilhelm Schmidt (1868-1954) yang menemukan bahwa para penduduk Indonesia, Melanesia dan Polynesia berdasarkan satu bahasa yang sama (yang memang kemudian berkembang sendiri-sendiri). Teori ini pada jaman sekarang didukung oleh hampir semua ahli sejarah. bernama
Karena ini terjadi pada zaman perunggu maka kedatangan mereka mempengaruhi juga kebudayaan musik.
Diperkirakan bahwa gong-gong pertama berasal pula dari Asia Selatan, karena di dekat Annam, pada tahun 1930-an ditemukan banyak sekali alat dari perunggu, sehingga terbukti bahwa dari sinilah kebudayaan perunggu tersebar tidak hanya ke Indonesia tetapi ke seluruh Asia Tenggara.
Maka kebudayaan ini juga disebut “kebudayaan Dong-son”. Kebudayaan ini berlangsung dari abad 7-1 Sebelum Masehi dan mencapai puncaknya pada abad 3-2 Sebelum Masehi.
Bagaimana dengan musik dalam kebudayaan Dong-son? Kita tidak tahu apa-apa tentang musik mereka. Diperkirakan bahwa gong mereka berukuran besar, maka musiknya berat.
Menurut ahli sejarah tertentu tangga nada Pelog ikut dibawa ke Indonesia oleh kelompok Proto-Melayu. Menurut Alec Robertson dan Denis StevensPelog mula-mula tersebar di seluruh Asia Tenggara, namun kemudian terutama dipelihara di Jawa dan Bali. Karena tidak ada catatan maka tidak dapat diketahui teori musik yang melatarbelakangi tangga nada yang unik ini. tangga nada
Gong-gong yang dibawa oleh Proto-Melayu dari Cina Selatan ke IndonesiaJawa. Rupa-rupanya mula-mula dipakai untuk upacara mendatangkan hujan secara magig (mistik). ternyata ditemukan dalam penggalian di
Pengaruh dari kebudayaan Dong-son ke Indonesia tidak berarti bahwa di Indonesia waktu itu tidak terdapat kebudayaan sendiri, tetapi terjadilah suatu perkembangan : benda-benda dari perunggu dan besi yang masuk “kasalisator”: meski sebelumnya di Indonesia diperkirakan tidak ada perunggu (timah dan kuningan), namun kemudian terbukti bahwa orang Jawa waktu abad-abad pertama Masehi menjadi ahli dalam hal mengolah logam, terutama perunggu.
B. Jaman Sejarah (Hindu-abad 4-12)
Suatu ‘revolusi’ terjadi pada abad 1 Sebelum Masehi di waktu dibuat kapal besar-besar di teluk PersiaLaut Cina. Maka lalu lintas ke Indonesia pun menjadi intensif (sebelumnya diperkirakan lalu lintas terjadi terutama lewat daratan). Terutama pedagang India mendatangi daerah-daerah Indonesia sejak abad 2 dan 3 Masehi untuk perdagangan. Maka pengaruh India di Indonesia dan tambah besar, baik dari segi perdagangan dan politik maupun agama dan kebudayaan.
Dari dokumen-dokumen dan penemuan nampak bahwa agama Budha masuk kepulauan IndonesiaSumatera pada awal abad 7 Masehi dalam kerajaan Sriwijaya dan kemudian di Jawa dengan kerajaan Syailendra (750-850 Masehi). Pengaruh kebudayaan India mencapai puncaknya dari pertengahan abad 8 Masehi sampai abad 11 Masehi dimana fase kreativitas yang sangat tinggi. Pada masa itu berkembanglah kebudayaan Jawa berupa musik dan tari, arsitektur dan seni rupa, pada waktu itu dibangunlah Candi Borobudur dan Candi PrambananIndonesia dari masa lalu sampai sekarang. pada abad 4 Masehi. Mereka mendirikan pusatnya di pulau yang menjadi kebanggaan bangsa
Selain tangga nada Pelog dipakai juga tangga nada Slendro yang bentuk dan rupanya diperkenalkan oleh Dinasti Syailendra pada abad 8 Masehi. Menurut cerita tangga nada ini ditemukan oleh dewa Barata Endra atas petunjuk dewa Shiva. Merurut teori, satu oktaf dibagi dalam 5 interval yang sama (6/5 dari sekon besar). Namun ternyata tidak selalu demikian. Malah dalam penggalian di JawaCina dan musik India. ditemukan alat-alat kuno dengan tangga nada yang mirip dengan tangga nada pentatonic (dengan interval sekon-sekon dan terts kecil), sama halnya dengan tangga nada
Perkembangan musik sangat dipengaruhi oleh drama Hindu dalam bahasa Sansekerta Ramayana. Drama ini diterjemakan dan diolah bebas dalam banyak bahasa di Asia Tenggara. Pementasan dari fragmen-fragmen drama ini sangat disukai. Sesudah abad 9 Masehi terdapat terjemahan dalam bahasa Jawa dan paling sedikit sejak abad 11 Masehi dipentaskan di Jawa. Selain Pementasan tari berkembanglah pula versi wayang, suatu tradisi yang nampaknya berasal dari jaman pra-Hindu.
Waktu orang Hindu datang ke Jawa, maka mereka telah menemukan bermacam-macam alat musik. Dalam relief pada Borobudur terdapat alat musik local maupun alat musik yang diimpor dari India seperti gendamg, termasuk gendang dari tanah dengan kulit hanya di satu sisi, kledi, suling, angklung, alat tiup (semacam hobo), xylofon (bentuknya setengah gambang, setengah calung), sapeq, sitar dan harpa dengan 10 dawai, lonceng dari perunggu dalam macam-macam ukuran, gong, saron, bonang. Tidak dapat disangkal bahwa alat musik mula-mula dimainkan menurut kebiasaan India.
Selain itu dari penggalian-penggalian di Jawa Tengah telah ditemukan sejumlah besar kumpulan bonang, nada-nada gender dan saron, lonceng, gendang, gong-gong, namun tidak jelas dari abad berapa. Tidak semua alat musik tersebut di atas bertahan di Jawa dalam perkembangan waktu selanjutnya. Namun nampak bahwa alat musik ini telah dipakai sebelum jaman Hindu. Perlu diketahui bahwa musik gamelan sebagai musik herefon dengan pola ritme yang kaya, keindahannya terletak justru dalam bunyi bersama dari lagu dan irama yang saling melengkapi menjadi satu ‘simfoni nada dan irama’. Sedangkan musik India termasuk musik solotis (vocal maupun instrumental) meskipun dimainkan juga dalam ansambel sebagai iringan. Namun aneka ragam alat musik di India tidak digabungkan dalam satu orkes, untuk memberi kebebasan pada penyanyi dan pemain.
Bahwa seni musik sejak dulu di Jawa mendapat suatu penghargaan tinggi, dapat disimpulkan dari banyaknya gambar alat musik dalam relief-relief dari jaman itu serta dari naskah-naskah kuno yang rajin menyebut nama alat musik dan sebagainya. Jadi Gamelan sebagai orkes mengalami suatu perkembangan alat musik yang berasal dari India diintergrasikan ke dalam musik tradisional Jawa: gong-gong dalam macam-macam bentuk dan ukuran, gambang ditambah sejumlah alat lain yang sebagian ditinggalkan dalam perkembangan jaman. Bahwa terjadilah suatu perkembangan musik gamelan (sampai sekarang) membuktikan betapa tinggi musik ini hingga tidak ada bandingnya di Negara lain di Asia Tenggara.
Pada masa abad 11 pusat politik pindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur dengan Kerajaan Airlangga yang berhasil menaklukkan seluruh Jawa (1037), Setelah itu dilanjutkan oleh kerajaan Singasari pada abad 13. Wilayah kekuasaan sampai Kerajaan Majapahit (didirikan oleh Raden Wijaya dengan patihnya yang tersohor Gajah Mada). Dengan patihnya Gajah Mada pada tahun 1350-1389 merupakan puncak kejayaan Majapahit dengan Pemerintahan Hayam Wuruk. Seluruh kepulauan (termasuk kerajaan Sriwijaya) masuk dalam wilayah Nusantara (itu nama wilayah kerajaan Majapahit di luar pulau Jawa).
Maka tidak mengherankan bahwa pada waktu itu pun gong yang di Jawa di bawa ke seluruh Nusantara.
Namun itu tidak berarti bahwa semua pulau memakai juga musik gamelan. Meskipun tangga nada Pelog dikenal juga di daerah lain, namun umumnya musik di luar Jawa dan Bali mengikuti pola lain: ritmik yang kaya serta melodic yang agak sederhana berdasarkan tangga nada pentatonic tanpa setengah nada (pentatonic anhemitonis) adalah ciri khasnya.
Pada akhir jaman Hindu gamelan sudah lengkap seperti jaman sekarang. Hanya satu alat belum ada: rebab. Meskipun demikian, menurut Jaap Kunst belum tentu semua alat dimainkan selalu bersama-sama. Mungkin sekali terdapat suatu ansambel dengan alat musik lembut yang terutama dipakai di dalam ruang dengan gender, gambang dan suling.
Selain itu terdapat ansambel dengan alat musik keras dengan gendang, cymbal (di Jawa sudah tidak ada), macam-macam gong yang dipakai terutama diluar gedung untuk pesta dan pawai. Ansambel alat yang keras seperti di Jawa terdapat terdapat pula di pulau-pulau lain misalnya di Nias dan Flores Barat.
Gamelan Munggang, ansambel orkes gamelan tertua, ternyata merupakan ansambel macam ini juga.
Menurur Kurst, kedua ansambel baru digabung menjadi satu orkes gamelan sesudah jaman Hindu.
Dan inipun terjadi dalam perkembangan waktu.
1389 – 1520 merupakan jaman kemunduran dan kehancuran kerajaan Majapahit. Sementara itu di Malaka terjadi perkembangan kerajaan-kerajaan Islam yang berkuasa sampai Sumetera.
1511 Malaka direbut Portugis dan masuk pula ke Kepulauan Maluku(1522). Sementara itu di Jawakerajaan Demak, Kerajaan Islam (1500-1546). berdiri
Kesultanan Demak menguasai seluruh Jawa dan sebagian besar kepulauan di luar Jawa.
Bersama dengan agama Islam masuk ke Indonesia pula alat musik Arab: misalnya rebana, rebab, gambus.
Namun alat musik ini berkembang di Indonesia : berbedalah bentuk dan cara bermain rebab: di Jawa,Bali, Sulsel, Sumba (di Sumba rebab ini disebut ‘dunggak roro’) dengan dua dawai; di Sumatera, Kalimantan, Sulut dan Maluku dengan satu dawai; di Aceh dengan tiga dawai.
Berbedalah pula nama rebana: terbang, trebang, robana, rabana. Sedangkan gambus {sejenis gitar/mandolin) biasanya dilengkapi dengan alat seperti biola, akordeon, gendang, seruling, bas menjadi orkes gambus. Dengan kata lain: alat musik ini mengalami suatu proses pengintegrasian ke dalam tradisi musik Indonesia.
C. Jaman Modern / Masa Kini
Banyak tema legu dalam bermusik. Sehingga karya para musisi terdahulu masih enak dan layak di perkembangan dunia musik modern yang semakin meningkat telah merambah berbagai aspek kehidupan masyarakat serta berkesinambungan dari generasi ke generasi sehingga telah menghasilkan begitu banyak karya yang patut di banggakan. Pesatnya kemajuan industri musik di tanah air pada saat ini di imbangi dengan banyak bermunculannya insan – insan musik yang mendatangkan angin segar bagi industri tersebut. Seperti halnya dunia film, dunia musik juga mempunyai pasar serta penggemar yang banyak dengan aliran musik yang di anutnya, maka berlombalah grup grup musik, duo, maupun solo untuk meniru. Dengan banyak bermunculannya pendatang baru di dunia musik, maka banyak pula karya- karyaserya penghargaan – penghargaantentang musik yang sudah di hasilkan. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu ditingkatkan dandikembangkan bakat generasi muda Indonesia di bidang musik, khususnya mengenai sejarah, perkembangan serta pengetahuan tentang dunia musik yang sifatnya universal tersebut. Selain itu mereka juga diharapkanmampu untuk memperkenalkan karya – karyake kancah nasional maupun internasional, sebagai hal yang patutdibanggakan, dikembangkan, dipertahankan serta di lstarikankeberadaannya. Mengingat untuk perkembangan dunia musik modern itu sendiri di Indonesia belum ada wadah yang dapat memberi informasi yang akurat tentang segala hal tentang dunia musik moderndi Indonesia. Sedangkan fasilitas untuk mleakukan pelestarian terhadap karya- karya serta penghargaan musik tersebut belum benar – benar ada. Oleh karena itu diharapkan adanya suatu wadah yang dapat menampung karya, penghargaan, minat serta aspirasi yang dapat meningkatkan informasi dan pengetahuan tentang musik modern yang merupakan salah satu warisan khasanah budaya Indonesia.
Ragam musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.
Seiring dengan masuknya media elektronik ke Indonesia,masuk pula berbagai jenis musik barat, seperti pop, jazz, blues, rock, R&B dan musik- musik negeri India yang banyak diperkenalakan melalui film-filmnya. Dari perkembangan ini, terjadilah perpaduan musik asing dengan musik Indonesia. Musik India juga berpadu dengan musik melayu yang kemudian menghasilkan jenis musik dangdut. Maka, muncullah berbagai musisi Indonesia yang beraliran pop, jazz, blues, rock, dan R&B. Berkembang pula jenis musik yang memadukan unsur kedaerahan Indonesia dengan unsur musik barat, terutama alat- alat musiknya. Jenis musik ini sering disebut musik etnis.
Ragam musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.
1. Musik Daerah/Tradisional
Ciri khas jenis musik ini terletak pada isi lagu dan instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yaitu syair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat. Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya. Musik jenis ini terdiri dari :
1. Instrumen Musik Perkusi.
Antara lain : Gamelan, Talempong, Kulintang, Arumba dan Kendang.
2. Instrumen Musik Petik
Antara lain : Kecapi, Sasando dan Sampek.
3. Instrument Musik Gesek
Antara lain : Rebab dan Ohyan.
4. Instrument Musik Tiup
Antara lain : Suling, Saluang, Serunai, dan Serompet atau Tarompet.
2. Musik Keroncong
Ciri musik jenis ini adalah pada harmoni musik dan improvisasi yang sangat terbatas. Umumnya lagu-lagunya memiliki bentuk dan susunan yang sama. Syair- syairnya terdiri atas beberapa kalimat (umumnya 7 kalimat) yang diselingi dengan permainan alat musik.
3. Musik Dangdut
Ciri khas musik ini terletak pada pukulan alat musik tabla (sejenis alat musik perkusi yang menghasilkan bunyi ndut) dan iramanya yang ringan, sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya untuk mengerakkan anggota badannya.
4. Musik Perjuangan
Ciri khas dari musik ini terletak pada syair- syairnya yang umumnya berisi ajakan untuk berjuang, ajakan untuk berkorban demi tanah air, dan sejenisnya. Irama musiknya cepat dan semangat, serta diakhiri dengan semarak.
5. Musik Populer (pop)
Musik ini memiliki ciri, dalam penggunaan ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bas. Biasanya, para musisinya juga menambahkan variasi gaya yang beraneka ragam untuk menambah daya tarik dan penghayatan pendengar atau penikmatnya. Musik pop dibedakan menjadi musik pop anak- anak dan musik pop dewasa.
PENUTUP
Musik nusantara adalah seluruh musik yang berkembang di nusantara, yang menunjukkan ciri keindonesiaan. Musik memiliki fungsi sebagai sarana atau media ritual, media hiburan media ekspresi diri, media komunikasi, pengiring tari, dan sarana ekonomi. Ragam musik nusantara yang berkembang dapat dibedakan menjadi musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.
Deikianlah Modul yang sederhana ini saya buat untuk memenuhi syarat pembelajaran di sekolah dan untuk para siswa-siswi yang mudah-mudahan dijadikan sebagai satu inspirasi bagi kita semua untuk meningkatkan semangat kita dalam belajar.
Apabila ada kesalahan dan kekurangan baik isi dan pengungkapannya kami mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya, kritik dan saran juga kami harapkan dari para penyimak dan pembaca agar kami bisa membuat yang jauh lebih baik lagi dari sebelumnya.
Penyusun
DAFTAR PUSTAKA
http://ohbingung.multiply.com/reviews/item/1
http://www.indonesiaindonesia.com/f/49036-perkembangan-musik-modern/
http://phinxgranger4jc.blogspot.com/2010/05/sejarah-dan-perkembangan-musik.html
http://prasejarahmusik.blogspot.com/2009/08/khasanah-prasejarah-musik-indonesia.html
Langganan:
Postingan (Atom)


